Sunday, 08 February 2026

Tiga Tim Basket Al-Zaytun Borong Grand Final Perbasi Cup Indramayu

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh Ali Aminulloh 

lognews.co.id, Indonesia - Puncak dari seluruh proses itu tiba hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026. Di hari penentuan, lapangan GOR Dharma Ayu kembali menjadi saksi bahwa kerja keras, disiplin, dan kesungguhan pembinaan tidak pernah mengkhianati hasil. Dari empat tim Al Zaytun yang diturunkan, tiga tim berhasil melangkah ke babak grand final: MTs Banin (Putra), MTs Banat (Putri), dan MA Banin (Putra).

1000309065

Sementara itu, MA Banat (Putri) harus menghentikan langkahnya lebih awal setelah kandas di babak penyisihan grup. Namun, dalam perspektif pendidikan, kegagalan ini bukan cerita tentang kalah, melainkan bagian dari kurikulum kehidupan: belajar menerima hasil, menguatkan mental, dan menyiapkan diri untuk bangkit di kesempatan berikutnya. 

1000309060

Masuknya tiga tim Al Zaytun ke partai puncak bukan sekadar capaian teknis olahraga. Ia adalah buah dari proses panjang pembinaan yang konsisten, yang memadukan latihan fisik, penguatan mental, kedisiplinan, dan nilai-nilai karakter. Di titik ini, konsep basthathan fil ‘ilmi wal jismi menemukan maknanya yang konkret: pelajar yang terlatih tubuhnya, terasah pikirannya, dan matang sikapnya.

Grand final hari ini bukan hanya tentang siapa yang akan mengangkat trofi. Ia adalah perayaan dari visi pendidikan bahwa sekolah bukan pabrik nilai akademik semata, melainkan ruang tumbuh manusia seutuhnya. Menang adalah bonus, masuk final adalah prestasi, tetapi proses mendidik generasi tangguh, toleran, dan berjiwa damai adalah kemenangan yang sesungguhnya.

1000309057

Di tengah riuh penonton dan ketegangan detik-detik akhir pertandingan, Al Zaytun kembali menegaskan posisinya: pendidikan adalah arena panjang, dan lapangan basket hanyalah salah satu medan untuk menanamkan kesadaran bahwa hidup menuntut keseimbangan antara fisik dan ilmu, ambisi dan etika, kompetisi dan kemanusiaan. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah