Sunday, 08 February 2026

Semangat Melampaui Usia: Kala "Rolling Tutor" Menghidupkan Gairah Belajar di PKBM Al Zaytun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Giarto, S.Pd (Tutor PKBM Al Zaytun)

Lognews.co.id, Indonesia – Belajar tidak pernah mengenal garis finish. Di ruang kelas PKBM Al Zaytun, filosofi ini hidup melalui wajah-wajah warga belajar yang meski banyak di antaranya telah memasuki usia senja, namun tetap memiliki binar mata layaknya remaja yang haus akan ilmu. Bagi mereka, pendidikan bukan sekadar mengejar selembar ijazah, melainkan sebuah perjalanan untuk terus bertumbuh dan memuliakan diri di masa tua.

Dinamika Baru, Semangat yang Sama

Dalam upaya menjaga kesegaran suasana akademik, PKBM Al Zaytun menerapkan kebijakan rolling tutor. Di Kelas VIII Paket B4, pergantian ini disambut sebagai sebuah dinamika positif. Program ini bukan sekadar rotasi administratif, melainkan sebuah strategi untuk menyuguhkan pengalaman belajar yang variatif, mulai dari metode penyampaian hingga gaya interaksi yang berbeda.

Sentuhan Andragogi: Memanusiakan Manusia

Menghadapi warga belajar dewasa memerlukan pendekatan khusus. Di sinilah prinsip Andragogi memainkan peran krusial. Tutor tidak hadir sebagai otoritas tunggal yang menggurui, melainkan sebagai fasilitator yang menghargai pengalaman hidup para peserta didik.

Saat langkah pertama tutor memasuki ruang kelas, suasana hangat langsung tercipta. Salam dan sapa yang tulus disambut dengan senyum merekah dari para warga belajar. Meski sebagian sudah saling mengenal, proses perkenalan diri tetap menjadi momen penting untuk meruntuhkan sekat-sekat kecanggungan. Di usia yang tak lagi muda, kenyamanan psikologis adalah kunci utama agar pintu pengetahuan terbuka lebar.

1000309635

Dialog yang Hidup

Antusiasme warga belajar terlihat jelas saat sesi tanya jawab dibuka. Tidak ada rasa sungkan atau malu; mereka bertanya dengan bebas, berbagi perspektif, dan berdiskusi dengan penuh semangat. Interaksi dua arah ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak luntur oleh usia, justru semakin matang melalui rasa ingin tahu yang besar.

Pesan Akhlak di Penghujung Kelas

Menjelang akhir sesi, Giarto, S.Pd. memberikan wejangan yang menyentuh sisi spiritual dan etika belajar. Ia menekankan pentingnya tiga pilar akhlak dalam menuntut ilmu bagi orang dewasa:

- Antusiasme yang konsisten dalam mengikuti setiap sesi.

- Partisipasi Aktif sebagai bentuk penghargaan terhadap proses belajar.

- Tradisi Mencatat, karena tulisan adalah pengikat ilmu yang paling setia.

Kegiatan hari itu diakhiri bukan sekadar dengan penutupan buku, melainkan dengan rasa syukur yang mendalam. Kalimat "Alhamdulillah" menggema di ruang kelas, menandai bahwa satu hari lagi mereka telah menang melawan rasa lelah demi sebuah martabat ilmu. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah