Sunday, 08 February 2026

Puisi Jembatan Jiwa: Implementasi Pembelajaran Mendalam di PKBM Al Zaytun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Winarsih, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id, Indonesia – "Salaamun Alaikum Merdeka!" Pekik semangat itu bukan sekadar salam, melainkan bahan bakar utama bagi PKBM Al Zaytun untuk memulai babak baru dalam dunia pendidikan. Tahun ajaran ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan sebuah misi besar: merealisasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang baru saja didiseminasi kepada seluruh tutor.

1000309501

Di ruang kelas B1, suasana terasa berbeda dari biasanya. Ada debar rasa ingin tahu yang menggantung di udara. Pukul 10.35 WIB menjadi titik awal bagi Winarsih, S.Pd. untuk melangkah masuk. Melalui program rolling tutor, ia kini memegang tongkat estafet dari Sri Wahyuni, S.Pd. untuk mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pecahnya Kekakuan Melalui 'Tepuk Semangat'

Membangun koneksi dalam pembelajaran mendalam dimulai dari hati. Sadar akan statusnya sebagai wajah baru di depan kelas, Winarsih memulai dengan doa dan absensi yang disisipi perkenalan hangat. Namun, senjata rahasianya untuk mencairkan gunung es adalah ice breaking "Tepuk Semangat".

Seketika, 20 Warga Belajar meledak dalam keceriaan. Antusiasme ini bukan sekadar kebisingan, melainkan pondasi kenyamanan. Di kelas yang nyaman, ilmu tidak hanya mampir di telinga, tapi meresap ke dalam pikiran.

Mengupas Jiwa di Balik Bait

Tema hari itu sangat personal: "Mengungkapkan Perasaan melalui Puisi". Winarsih tidak hanya menyajikan teori yang kering. Ia membedah puisi seperti seorang ahli anatomi yang memiliki perasaan.

- Struktur Fisik: Warga belajar diajak menyelami diksi, imajinasi, hingga rima.

- Struktur Batin: Inilah inti dari pembelajaran mendalam: memahami tema (sense), rasa (feeling), nada, hingga amanat yang tersembunyi di balik baris-baris kata.

Interaksi mengalir deras. Nurul Rohmah, salah satu warga belajar, terlihat matanya berbinar. Baginya, puisi bukan sekadar tugas, melainkan kegemaran. Semangat serupa terpancar dari Khumayah, sang juara puisi tingkat nasional yang membuktikan bahwa keterbatasan di jalur non-formal bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

1000309497

Tugas yang Menjadi Ekspress

Pembelajaran diakhiri bukan dengan beban, melainkan tantangan kreatif. Winarsih meminta setiap warga belajar untuk mencipta sebuah puisi orisinal. Menariknya, tugas ini disambut dengan senyum, bukan keluhan. Ini adalah bukti bahwa materi telah terserap secara mendalam.

Tepat pukul 12.05 WIB, kelas ditutup dengan doa syukur. Langkah Winarsih keluar kelas meninggalkan jejak inspirasi. Di PKBM Al Zaytun, Bahasa Indonesia bukan lagi soal menghafal majas, tapi tentang bagaimana manusia berani bicara melalui kata-kata. Walhamdulillahirobbil Alamin. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah