Saturday, 28 February 2026

Dampak Minum Kopi dan Teh Saat Puasa

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Konsumsi kopi dan teh selama Ramadan perlu memperhatikan efek kafein yang bersifat diuretik atau merangsang ginjal untuk meningkatkan produksi urin.

Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS menjelaskan, kopi memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan teh sehingga efek diuretiknya lebih kuat.

“Kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine. Teh juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya tidak sehebat seseorang minum kopi,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Secara umum, konsumsi kopi dan teh tidak langsung mengganggu kesehatan. Namun, peningkatan pengeluaran cairan dapat memicu risiko dehidrasi, terutama saat tubuh tidak mendapat asupan cairan dalam waktu lama selama puasa. Kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh lebih lemas.

Selain efek diuretik, kafein juga memiliki sifat stimulan yang dapat mengganggu siklus tidur. Pola istirahat yang berubah selama Ramadan bisa semakin terganggu jika konsumsi minuman berkafein tidak dikendalikan.

Penggunaan gula tambahan dalam kopi dan teh juga perlu dibatasi untuk menghindari kelebihan asupan gula harian. Sementara itu, penambahan susu tidak menghilangkan kandungan gizinya, namun fungsi susu lebih sebagai penambah cita rasa dan bukan sumber nutrisi utama dalam minuman tersebut.

Ali menyarankan agar saat sahur dan berbuka puasa, masyarakat lebih mengutamakan cairan non-kafein guna menjaga keseimbangan hidrasi tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

(Amri-untuk Indonesia)