Friday, 30 January 2026

Pepaya Calina (Calofornia) Kecil Jadi Unggulan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Pepaya Calina menawarkan keunggulan kompetitif bagi petani Indonesia dalam budidaya buah tropis. Varietas lokal hasil pemuliaan IPB ini mendominasi pasar domestik dan ekspor berkat kualitas superiornya yang membuatnya diminati secara luas.

Pepaya Calina merupakan inovasi peneliti IPB yang mendukung Gerakan Revolusi Oranye sejak 2013. Petani di berbagai daerah memilihnya karena permintaan tinggi di supermarket besar, sering dilabeli "pepaya California" meski asli Indonesia. Buah ini sudah diekspor ke Malaysia dan Singapura, dengan bobot rata-rata 1,3 kg per buah yang praktis untuk konsumsi rumah tangga sekali makan tanpa perlu menyimpan sisa di kulkas.

Inovator pepaya Calina, yaitu Prof Sriani Sujiprihati wanita kelahiran Ponorogo, Jatim, 28 Oktober 1955 menjelaskan bahwa pepaya ini memiliki keunggulan dengan tinggi kerdilnya yaitu 1-1,5 meter, sehingga memudahkan panen di lahan terbatas seperti di Jawa Barat. Produktivitasnya lebat per pohon, siap panen dalam waktu genjah 8 bulan setelah tanam. Rasa manis segar dengan daging tebal lembut berwarna merah jingga menyala menjadi daya tarik utama, ditambah daging buah yang tidak benyek dan bebas aroma pepaya khas yang sering mengganggu.

Keunggulan Calina berpotensi wujudkan visi Indonesia sebagai eksportir buah tropis terbesar dunia pada 2045, dengan harga premium bagi petani berkat daya tahan dan kualitas premiumnya (Amri-untuk Indonesia)