Wednesday, 18 February 2026

KOPI KMD: Spirit Gembira Membangun Politeknik Tanah Air

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Pagi itu, di tengah semangat pembangunan Politeknik Tanah Air, Ustadz Syaifudin, S.I.P., M.Pd., menyampaikan sebuah pesan sederhana namun penuh daya hidup: mengajak untuk selalu bergembira. Bagi beliau, kegembiraan bukan sekadar suasana hati, melainkan energi pembangunan. Orang yang gembira memancarkan semangat, dan semangat melahirkan kekuatan. Dalam bahasa ilmu kesehatan modern, kegembiraan memicu hormon dopamin yang membuat tubuh lebih sehat, pikiran lebih jernih, dan kerja lebih produktif. Sebaliknya, kemurungan dan kesedihan yang berlarut hanya melemahkan daya juang. Maka membangun dengan hati yang riang adalah fondasi pertama peradaban.

lognews 37

Seluruh sahabat yang hadir ditegaskan sebagai tokoh pembangunan fisik politeknik. Artinya, setiap orang memegang peran sejarah. Tidak ada yang kecil. Tidak ada yang remeh. Semua adalah pelaku peradaban. Karena itu, semangat kolektif harus dibangun bersama, bukan sekadar bekerja, tetapi bekerja dengan kesadaran ideologis dan keyakinan bersama.

Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa level belajar paling dasar adalah mengingat. Dunia pendidikan, dunia kerja, dan dunia kehidupan bertumpu pada kemampuan mengingat nilai dan prinsip. Mengingat bukan sekadar hafalan, tetapi internalisasi. Agar mudah diingat, nilai harus disederhanakan, diringkas, dan diberi simbol. Seperti dalam bahasa Jawa yang sering memadatkan kosakata panjang menjadi singkatan yang kuat dan mudah melekat.

Pekan sebelumnya, nilai Religius, Jujur, Toleransi, dan Disiplin dirangkum dalam satu frasa yang hidup: “Relawan Jadi Tanggap Darurat.” Relawan adalah pribadi yang siap siaga, sebagaimana insan-insan Al Zaytun yang hadir bukan untuk menunggu perintah, tetapi bergerak karena kesadaran. Relawan tidak mencari tepuk tangan, melainkan kebermanfaatan.

Dari sinilah lahir metafora yang menarik: KOPI KMD. Jika relawan perlu kekuatan untuk begadang demi tugas, maka “kopi” menjadi simbol energi perjuangan. Namun kopi yang dimaksud bukan sekadar minuman, melainkan akronim nilai-nilai besar. KOPI KMD adalah Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, dan Demokratis.

WhatsApp Image 2026 02 17 at 07.59.59 1

Kerja keras berarti tidak menyerah pada keadaan. Bukan kerja lemah, bukan kerja separuh hati, tetapi kerja totalitas. Kreatif berarti mampu melahirkan gagasan baru, seperti teladan Syaykh yang senantiasa meng-create hal-hal baru tanpa takut berbeda. Kreativitas adalah ciri peradaban maju.

Mandiri bukan berarti individualistik, tetapi menggali seluruh potensi dari dalam. Indonesia harus membangun dari kekuatan sendiri. Kemandirian itulah yang sering membuat bangsa lain gentar. Ketika negeri ini menemukan sumber daya baru seperti potensi di Bangka Belitung yang disebut sebagai “Tron” maka respons terbaik bukan rasa takut, melainkan rasa percaya diri. Kita percaya pada kekuatan fiskal dan sumber daya kita sendiri.

Dan akhirnya, Demokratis. Artinya musyawarah, dialog, dan diskusi. Melangkah bersama, bukan sendiri-sendiri. Keputusan diambil dengan kebersamaan, sehingga pembangunan menjadi milik kolektif, bukan milik segelintir orang.

WhatsApp Image 2026 02 17 at 08.00.00

KOPI KMD bukan sekadar slogan apel pagi. Ia adalah akidah kerja. Ia adalah etos pembangunan. Ia adalah karakter yang harus ditanamkan pada setiap pelaku peradaban di Politeknik Tanah Air. Dengan kegembiraan sebagai energi, dengan ingatan nilai sebagai fondasi, dan dengan KOPI KMD sebagai spirit, pembangunan bukan hanya proses fisik, tetapi juga proses pembentukan jiwa bangsa.

Membangun bukan sekadar mendirikan gedung. Membangun adalah mendirikan mentalitas. Dan mentalitas yang gembira, kerja keras, kreatif, mandiri, dan demokratis itulah yang akan mengantarkan Tanah Air menuju kemajuan yang konkret dan berkelanjutan.

 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos.