Sunday, 01 March 2026

Kolaborasi Tutor PKBM Al Zaytun, Kodeko, dan PIP: Membangun Kesadaran Warga Melalui Safari Ramadan

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh Dewi Asih Nusantari

lognews.co.id, Indramayu – Di bawah langit yang teduh, semangat perubahan bersemi di pelosok Desa Gantar. Paguyuban Istri Peduli (PIP) kembali menunjukkan taring kepeduliannya melalui agenda rutin Safari Ramadan yang digelar di Blok Balir, Gantar, Indramayu, pada Jumat (27/02/2026).

Bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, pertemuan kali ini menjadi panggung edukasi yang menyentuh tiga pilar utama kehidupan: ekonomi kolektif, kekuatan tekad, dan keharmonisan keluarga.

Menyelami Filosofi Kodeko

Acara dibuka dengan pemaparan mendalam dari Representatif Koperasi Desa Kota (Kodeko) istri civitas, Dewi Asih Nusantari. Di hadapan ibu-ibu yang antusias, Ia membedah Kodeko bukan sekadar angka dan simpanan, melainkan sebuah kesadaran filosofis.

Ia mengajak warga menyelami empat esensi dasar: Apa itu Kodeko, mengapa harus berkodeko, bagaimana menjalaninya, dan untuk apa tujuan akhirnya.

 "Kami ingin warga Blok Balir melihat Kodeko sebagai napas ekonomi bersama. Bagi yang belum bergabung, ini adalah momentum untuk melangkah. Bagi yang sudah, konsistensi simpanan adalah kunci kekuatan kita bersama," tegas Dewi dalam orasinya yang persuasif.

lognews.co.id foto 5 joko sh

Keajaiban Niat: Dari Nol hingga S2

Suasana semakin hangat saat Joko Sairan, SH. MH., Tutor PKBM Al Zaytun naik ke podium. Beliau membagikan kisah hidup yang inspiratif, sebuah testimoni nyata tentang kekuatan niat. Joko menceritakan perjuangannya saat pertama kali menginjakkan kaki di Mahad tanpa ijazah SMA, hingga kini berhasil merengkuh gelar Magister (S2).

"Jika ada niat yang kuat, hal yang mustahil pun akan dicarikan jalannya oleh Tuhan," pesannya. Cerita ini menjadi pemantik semangat bagi warga bahwa keterbatasan hari ini bukanlah penghalang bagi kesuksesan di masa depan.

Parenting dan Hangatnya Lima Bahasa Kasih

Sesi berikutnya dibawa oleh Ibu Umutiah yang mengupas tuntas ilmu parenting. Dengan gaya bicara yang edukatif dan interaktif, suasana menjadi begitu hidup hingga waktu terasa berjalan sangat cepat. Fokus utamanya sederhana namun mendalam: membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi masyarakat yang kuat.

Sebagai penutup yang manis, Dewi Asih Nusantari kembali memberikan bekal praktis mengenai "5 Bahasa Kasih". Para ibu yang hadir diberikan "pekerjaan rumah" yang unik: pulang ke rumah untuk menemukan dan memahami bahasa kasih pasangan masing-masing.

Safari Ramadan PIP di Blok Balir tahun ini bukan hanya sekadar seremoni musiman, melainkan sebuah langkah nyata dalam merajut kemandirian ekonomi dan kebahagiaan domestik di hati masyarakat Indramayu. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun hanya untuk beribadah kepada Allah